Hidup Dibawah Naungan Cahaya Islam

Rabu, 21 Maret 2012

Jikbab Ditengah Badai



Jilbab Di Tengah Badai

Jilbab Di Tengah badaiAlhamdulillah, kata yang paling tepat untuk dipanjatkan.  Hanya dengan pertolongannya semata majalah kesayanganmu bisa terus hadir mengunjungimu.
Sobat, kali ini elfata membahas kembali problem kaum hawa. Pasnya tentang masalah ‘jilbab’ dan busana muslimah. Memakai kerudung dan jilbab bukan barang aneh lagi di Indonesia. Meski di beberapa Negara yang lain mengenakan jilbab masih sulit. Bahkan di Negara-negara muslim yang sekuler kaum muslimah dilarang keras untuk memakainya. So, kamu yang hidup di bumi Indonesia harus banyak-banyak bersyukur pada Allah dan memanfaatkan nikmat tersebut sebaik-baiknya. Memakai jilbab dan menutupi seluruh tubuh dengan busana yang benar adalah salah satu kewajiban agama. Ingat, ia hanya salah satu kewajiban. Artinya, masih banyak kewajiban-kewajiban lain yang mesti ditunaikan, misalnya shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, berbakti pada orang tua dan berakhlak yang mulia. Demikian pula ada kewajiban untuk meninggalkan segala larangan agama. Seperti menjauhi kesyirikan dengan beragam modelnya, tidak dekat-dekat pada perzinaan, menjauhi ghibah, perkataan buruk dan meninggalkan segala akhlak yang buruk.
Memakai Jilbab dan memperbaiki diri dalam berbagai sisi kehidupan memang harus selalu dilakukan oleh seorang muslimah. Kalaupun kemudian ada muslimah yang berjilbab namun masih doyan ngrumpi dan ngomong buruk, bukan berarti jilbabnya harus dibuang. Namun  yang mesti ia lakukan adalah meninggalkan ngrumpi dan perkataan buruknya. Bila ada yang berjilbab namun akhlaknya buruk, tidak berarti jilbabnya yang salah dan harus ditanggalkan, namun perempuan tadi cukup meninggalkan akhlak buruknya. Yah, karena jilbab adalah salah satu kewajiban dan meninggalkan akhlak yang buruk adalah kewajiban yang lain. Baiklah sobat muda, simak hingga tuntas bahasan tentang jilbab ini sampai utuh. Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah padamu..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar